Sukabumi, Jawa Barat – Gerakan Sosialisasi Cintai Ikan kembali digaungkan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Program ini hadir dengan pesan sederhana namun kuat: ikan bukan sekadar lauk, melainkan sumber gizi yang mampu membentuk generasi sehat dan cerdas.
Menurut Vina, ibu asal Sukabumi yang aktif dalam kegiatan sosial, sosialisasi ini menjadi langkah nyata untuk mengubah pola konsumsi masyarakat. “Ikan adalah pangan lokal yang mudah dijangkau, kaya protein, dan bisa diolah menjadi berbagai menu kreatif. Dengan membiasakan anak-anak makan ikan, kita sedang menanam investasi kesehatan untuk masa depan,” ungkapnya dalam pemaparan.
Sosialisasi ini tidak hanya menyoroti aspek gizi, tetapi juga menyentuh dimensi ekonomi dan budaya. Vina menekankan bahwa mencintai ikan berarti mendukung nelayan serta pembudidaya lokal. Dengan membeli ikan dari pasar tradisional, masyarakat ikut menjaga keberlangsungan ekonomi daerah sekaligus memperkuat identitas pangan lokal.
Kegiatan ini dikemas dengan pendekatan edukatif yang menarik. Materi sosialisasi disampaikan melalui penjelasan sederhana, demonstrasi olahan ikan, hingga ajakan kreatif untuk menjadikan ikan sebagai menu utama keluarga. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif ibu-ibu rumah tangga yang mengaku terinspirasi untuk lebih rutin menghadirkan ikan di meja makan.
Gerakan Cintai Ikan di Sukabumi menjadi bukti bahwa kampanye gizi dapat dikemas secara humanis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari dapur rumah tangga hingga pasar tradisional, pesan yang dibawa Vina dan para penggerak sosialisasi ini adalah satu: mencintai ikan berarti mencintai kesehatan, ekonomi lokal, dan masa depan generasi bangsa.















