CatatanNKRI.Com – Sukabumi tengah menyiapkan langkah besar untuk mengangkat potensi pariwisata daerah. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa rencana pengaktifan tollgate wisata hanyalah pemantik awal dalam strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri pelatihan promosi pariwisata yang digelar Kementerian Pariwisata RI bersama Dispar Sukabumi, Sabtu (4/4), di Hotel dan Resto Augusta Palabuhanratu.
Ali mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi rekomendasi dari Polda Jawa Barat, khususnya Direktorat Pengamanan Objek Vital, untuk memperkuat keamanan dan kenyamanan destinasi. Saat ini, indeks keamanan kawasan wisata Sukabumi baru mencapai 50,3 persen.
“Beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain menambah titik pantau, meningkatkan mitigasi, serta memperbaiki tata kelola kawasan wisata,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya tata kelola terpadu, mulai dari pelayanan standar hingga sinergi antar pelaku usaha. Ali menegaskan, ke depan tidak boleh ada lagi duplikasi harga maupun pelayanan yang tidak sesuai standar.
Selain penataan kawasan, isu sampah juga menjadi perhatian serius. Ali menyebut persoalan sampah sebagai “krisis” yang harus segera ditangani. Dispar kini mengkaji teknologi pengolahan berbasis zero waste agar limbah bisa diolah langsung di lokasi wisata.
“Dengan pengolahan di lokasi, diharapkan dapat menekan biaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi di kawasan wisata,” jelasnya.
Ali juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia sebagai hambatan utama. Menurutnya, promosi tidak akan efektif jika kapasitas pelaku wisata belum dibenahi.
“Promosi tidak akan efektif jika kita belum membenahi diri. Karena itu, selain pembangunan fisik, kita juga harus membangun kesadaran dan kapasitas para pelaku wisata,” pungkasnya.
Anggota Komisi VII DPR RI, Iman Adinugraha, turut mendorong penguatan sektor pariwisata Sukabumi. Ia menegaskan bahwa sistem tollgate hanya berlaku untuk destinasi yang dikelola pemerintah daerah, sementara kawasan swasta tetap berjalan sesuai mekanisme bisnis masing-masing.
“Kalau swasta tentu berbeda, karena mereka berinvestasi. Namun untuk tollgate, itu dikelola pemerintah dan hasilnya akan kembali untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.
Iman juga memberikan dukungan Rp15 juta kepada Balawisata untuk menunjang keselamatan wisata bahari, khususnya di kawasan pantai. Ia menilai keberadaan Balawisata sangat vital dalam mengantisipasi risiko kecelakaan laut.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pembangunan jalan alternatif untuk mengurai kemacetan menuju kawasan wisata. Jalan baru ini juga bisa menjadi lokasi penerapan sistem tollgate modern yang lebih transparan.
“Kalau dulu juga sempat ada pengelolaan yang belum maksimal karena manual, diambil uangnya pakai karcis manual, mungkin ke depan sehingga tidak lagi ada kebocoran dari itu dan uangnya bisa dimanfaatkan untuk membangun destinasi wisata,” katanya.
Data menunjukkan, pada libur Idulfitri 1447 H, jumlah kunjungan wisatawan ke Sukabumi mencapai 352 ribu orang. Namun, PAD yang diperoleh hanya sekitar Rp128 juta.
“Ini sangat disayangkan. Dengan sistem pengelolaan yang baik melalui tollgate, PAD bisa meningkat berkali-kali lipat dan kembali dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur serta pengembangan destinasi wisata,” tambahnya.
Iman optimistis, dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, pariwisata Sukabumi akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
“Harapan saya pariwisata di Sukabumi terus berkembang, pengunjungnya banyak sehingga ini menjadi pendongkrak ekonomi masyarakat,” pungkasnya.













