CatatanNkri.Com – Sukabumi – Dalam momentum peringatan Hari Arsitektur Indonesia yang jatuh pada 18 Maret, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, A.Pi., M.P, menyampaikan ucapan selamat sekaligus refleksi mendalam tentang peran arsitektur dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
“Selamat Hari Arsitektur Indonesia. Di Sukabumi, arsitektur bukan hanya soal estetika bangunan, tapi tentang bagaimana kita merancang ruang hidup yang selaras dengan laut, nelayan, dan keberkahan desa. Dari dermaga hingga pasar ikan, dari jalur wisata hingga rumah pengolahan hasil laut—semua harus dirancang dengan semangat Sukabumi Mubarokah: berdaya, ramah lingkungan, dan berpihak pada masyarakat,” ujar Sri Padmoko.
Sri Padmoko menekankan bahwa desain ruang publik dan fasilitas perikanan harus mendukung ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan. Ia mendorong kolaborasi antara arsitek, nelayan, dan pemerintah desa untuk menciptakan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memperkuat identitas lokal dan daya tarik wisata bahari.
Dalam semangat Sukabumi Mubarokah, Dinas Perikanan terus mendorong pembangunan yang berbasis keberkahan dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa prinsip yang diusung antara lain:
- Dermaga ramah lingkungan dan aman bagi nelayan
- Pasar ikan yang bersih, sehat, dan terintegrasi
- Ruang edukasi dan wisata bahari berbasis komunitas
- Desain rumah pengolahan hasil laut yang efisien dan higienis
Sri Padmoko juga mengajak generasi muda arsitek untuk terlibat dalam pembangunan desa pesisir, agar desain tidak hanya indah, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian laut.
Sebagai penutup, Sri Padmoko menegaskan bahwa arsitektur yang berpihak pada rakyat adalah bagian dari pembangunan yang mubarokah dan berkelanjutan. Ia menyampaikan hal ini dalam semangat Sukabumi Mubarokah Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi.













