“Langkahmu sederhana, namun jejakmu membekas dalam hidup kami. Engkau mengajari kami memahami hidup, bukan sekadar pelajaran. Semoga Allah menjaga kesehatan Guru, diberikan umur yang panjang, serta kebahagiaan dunia akhirat, memberi kekuatan dalam membimbing, dan membalas setiap peluh dengan pahala jariyah. Kami mencintai karena Allah,” ungkapnya yang diunggah di akun mediasosial dispar sukabumi, 8 maret 2026.
Ali Iskandar menekankan bahwa guru bukan hanya pengajar, melainkan teladan yang menuntun murid memahami arti kehidupan. Tradisi menghormati guru adalah bagian dari menjaga akar peradaban yang akan melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan siap membangun daerah dengan penuh keberkahan.
Dalam semangat Sukabumi Mubarokah, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga tradisi menghormati guru. Dari merekalah lahir cahaya ilmu dan akhlak yang akan menjadi pondasi kuat bagi masa depan Sukabumi dan bangsa.













