Kader Muda Gerindra Pimpin Konsolidasi Nasional, JarNas APO Perkuat Perlawanan terhadap Modus Baru Perdagangan Orang

News5 Views
banner 468x60

JAKARTA – Kader muda Partai Gerindra yang juga Anggota DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, memimpin konsolidasi nasional dalam memperkuat upaya pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui Pertemuan Nasional (PerNas) Jaringan Nasional Anti Perdagangan Orang (JarNas APO) 2026.

Forum yang berlangsung di Hotel Mercure Batavia, Jakarta, pada 27–28 Juli 2026 itu menjadi langkah strategis menghadapi semakin kompleksnya modus perdagangan orang yang kini memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

banner 336x280

Mengusung tema “Memperkuat Ekosistem Nasional Anti Perdagangan Orang: Reformasi Kebijakan dan Pelindungan Korban di Tengah Perubahan Modus Eksploitasi”, kegiatan tersebut mempertemukan organisasi masyarakat sipil, pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, media, dunia usaha, komunitas keagamaan, hingga para penyintas untuk memperkuat sinergi nasional dalam mencegah dan menangani kejahatan perdagangan orang.

Sebagai Ketua Umum JarNas APO, Rahayu Saraswati menegaskan bahwa perubahan pola eksploitasi yang mengikuti perkembangan sosial, ekonomi, dan teknologi harus dijawab dengan sistem nasional yang lebih adaptif serta mampu memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

“Perdagangan orang terus berkembang mengikuti perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Karena itu, sistem nasional kita juga harus terus beradaptasi agar mampu memberikan pelindungan yang semakin efektif kepada masyarakat, khususnya kelompok yang paling rentan,” tegas Saraswati.

Menurut srikandi Partai Gerindra tersebut, keberhasilan pemberantasan perdagangan orang tidak cukup hanya diukur dari banyaknya pelaku yang diproses secara hukum. Lebih dari itu, negara harus memastikan korban memperoleh perlindungan, pemulihan, dan kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara bermartabat.

“Pelindungan korban harus menjadi pusat dari seluruh upaya pencegahan dan penanganan perdagangan orang. Keberhasilan tidak hanya diukur dari penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan kita memastikan korban memperoleh pelindungan, pemulihan, dan kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan yang bermartabat,” jelas Saraswati.

Anak buah Presiden Prabowo Subianto itu juga menekankan bahwa tantangan perdagangan orang yang semakin kompleks membutuhkan kerja bersama seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, tidak ada satu lembaga yang mampu menghadapi kejahatan tersebut sendirian.

“Tidak ada satu institusi yang dapat menangani perdagangan orang sendirian. Pertemuan Nasional ini merupakan ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat sipil, dunia usaha, media, akademisi, komunitas, dan penyintas agar Indonesia semakin mampu menghadapi tantangan perdagangan orang yang terus berubah,” tutur Saraswati.

Selain menjadi ajang konsolidasi nasional, PerNas JarNas APO 2026 juga diisi dengan berbagai agenda strategis, di antaranya talkshow publik, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan empat institusi, refleksi capaian jaringan sejak berdiri, hingga penyusunan arah strategis JarNas APO periode 2026–2027.

Talkshow bertajuk “Memperkuat Sistem Nasional untuk Pelindungan Korban Perdagangan Orang” menghadirkan Ketua Harian JarNas APO Romo Pascal, Ketua Harian Jiva Artha sekaligus penyintas Endang Supriyati, serta Wakil Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak dan Perdagangan Orang (Wadirtipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri Enggar Pareanom. Diskusi yang dipandu langsung oleh Rahayu Saraswati itu membahas perkembangan modus perdagangan orang, praktik baik dalam pemulihan korban, hingga penguatan sinergi lintas sektor untuk membangun sistem perlindungan yang lebih efektif dan berorientasi pada korban.

JarNas APO sendiri merupakan jaringan organisasi masyarakat sipil yang dibentuk pada 2018 dengan fokus memperkuat kolaborasi nasional dalam pencegahan dan penanganan perdagangan orang. Melalui advokasi kebijakan, penguatan kapasitas, layanan bagi penyintas, penelitian, kampanye publik, serta kemitraan lintas sektor, jaringan ini terus mendorong lahirnya sistem nasional yang lebih tangguh dalam melindungi masyarakat dari kejahatan perdagangan orang yang terus berkembang seiring perubahan zaman.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *