Longsor Simpenan, Polantas Sukabumi Bersama Warga Gotong Royong Selamatkan Kendaraan

catatannkri

Info Bencana27 Views
banner 468x60

CatatanNkri.Com, Sukabumi – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi memicu rangkaian bencana alam berupa longsor dan banjir di sejumlah lokasi.

Aparat kepolisian, khususnya Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi, langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan darurat di titik-titik terdampak.

banner 336x280

Salah satu lokasi terdampak terparah berada di jalur strategis kawasan Geopark Ciletuh, tepatnya ruas Jalan Raya Bagbagan, Kiaradua, Kecamatan Simpenan. Tebing perbukitan di sekitar jalan runtuh, menumpahkan tanah bercampur lumpur ke badan jalan dan mengakibatkan arus lalu lintas terhenti total.

Di wilayah Cimapag, Desa Loji, puluhan kendaraan roda dua dan roda empat terjebak karena ban kendaraan tertanam material longsor yang licin dan cukup dalam. Kondisi ini membuat pengendara tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Melihat situasi tersebut, personel Polantas yang berada di lokasi tanpa menunggu alat berat langsung turun membantu. Bersama warga sekitar, petugas mendorong kendaraan satu per satu agar bisa keluar dari kubangan lumpur.

Polisi juga memprioritaskan keselamatan penumpang rentan, termasuk anak-anak dan perempuan.

Tak hanya itu, longsor berskala besar juga dilaporkan terjadi di Kampung Cisarakan, Desa Loji. Material tanah dari lereng bukit menutup seluruh badan jalan nasional Palabuhanratu Pajampangan, menyebabkan jalur vital tersebut lumpuh total.

Kapolsek Simpenan, AKP Bayu Sunarti Agustina, menegaskan bahwa akses di lokasi tersebut belum memungkinkan untuk dilalui kendaraan apa pun.

“Curah hujan yang tinggi ditambah kondisi tanah yang tidak stabil menjadi faktor utama terjadinya longsor. Saat ini jalur belum bisa dilewati karena material masih menutup jalan,” jelas Bayu, Minggu (11/1/2026).

Pihak kepolisian bersama unsur Forkopimcam, BPBD, Tagana, dan P2BK terus melakukan koordinasi untuk membuka kembali akses jalan.

Namun proses evakuasi material longsor berjalan lambat lantaran hujan masih turun dan berpotensi memicu longsor lanjutan.

Sementara itu, di wilayah Kelurahan Palabuhanratu, hujan deras juga mengakibatkan banjir yang merendam permukiman warga. Air masuk ke sejumlah rumah dan merusak perabotan.

Iis, Ketua RT 04 Kelurahan Palabuhanratu, menyebut banjir di wilayahnya kerap berulang setiap hujan lebat turun.

“Kalau hujan deras, hampir pasti air masuk rumah. Yang paling mengkhawatirkan ada warga lansia yang kondisinya cukup parah terdampak,” ungkapnya.

Hingga kini, warga masih bertahan sambil menunggu air surut, sementara aparat kepolisian polantas polres sukabumi terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem yang belum mereda.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *