BNPB Kerahkan 51 Ribu Personel dan 61 Armada Udara Kejar Karhutla di Sumatera Kalimantan

Bencana, Berita2 Views

Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus optimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui pengerahan personel di darat dukungan operasi udara serta operasi modifikasi cuaca. Upaya tersebut lakukan untuk kendalikan kebakaran di sejumlah wilayah sekaligus kurangi risiko meluasnya titik api di Jakarta pada Rabu 28 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan Ph.D. paparkan perkembangan penanganan karhutla dalam konferensi pers perkembangan situasi bencana pada Rabu 28 Oktober 2026.

Lahan 359 Hektare Terbakar di Sumatera dan Kalimantan

Dalam pemaparannya Berton jelaskan luas lahan terbakar di Pulau Sumatera dan Kalimantan saat ini capai 359 hektare dengan rincian Sumatera Selatan 262 ha Kalimantan Selatan 75 ha Kalimantan Barat 12 ha dan Kalimantan Tengah 10 ha.

Untuk tangani hal tersebut Satgas Darat kerahkan total 51.057 personel yang tersebar di empat provinsi prioritas dengan konsentrasi terbanyak di Kalimantan Tengah 16.387 personel disusul Kalimantan Barat 14.458 personel Sumatera Selatan 12.285 personel dan Kalimantan Selatan 7.927 personel. Personel ini lengkapi berbagai peralatan mulai dari pompa jinjing selang pemadam nozzle alat berat hingga penggunaan drone.

61 Armada Udara dan OMC Tabur 22,4 Ton Garam

Dari sisi udara BNPB operasikan 61 unit armada yang terdiri dari 24 unit Patroli CASA OMC dan 37 unit Helikopter Water Bombing. Sebanyak 52 unit tempatkan di 6 provinsi prioritas dan 9 unit siagakan di luar provinsi prioritas.

Selain lakukan pemadaman di lokasi kebakaran upaya pembasahan lahan juga optimalkan melalui Operasi Modifikasi Cuaca. Pada Selasa 27 Oktober 2026 OMC laksanakan di tiga provinsi dengan total 18 sortie penerbangan penyemaian sebarkan 22.400 kg NaCl dan tambahan 2.200 kg dry ice. Hasilnya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berhasil turun di 7 wilayah Kalimantan Tengah 12 wilayah Kalimantan Selatan serta wilayah OKI Banyuasin dan Palembang di Sumatera Selatan.

Di luar wilayah prioritas penanganan karhutla juga lakukan di Papua dengan luas lahan terbakar capai 2.393 ha Papua Barat Daya 2.131,4 ha Papua Tengah 100,2 ha Papua Selatan 161,5 ha. Terdapat 73 titik panas dalam 12 jam terakhir dengan api yang masih terjadi di Kota Sorong dan Kabupaten Merauke.

Sementara itu kebakaran hutan dan pemakaman seluas 7 ha di Kabupaten Toraja Utara berhasil padamkan tim gabungan BPBD Damkar dan masyarakat setelah proses pemadaman selama kurang lebih 16,5 jam.

Pendataan Gempa NTT M7,7 dan Banjir Subulussalam 3 Hari Belum Surut

Selain karhutla BNPB juga sampaikan pembaruan progres Pendampingan Pendataan Kerusakan Rumah akibat Gempa Bumi Magnitudo 7,7 di Provinsi Nusa Tenggara Timur per 27 Oktober 2026 pukul 17.00 WITA. Dari total 118.834 data awal yang masuk Tahap 1 sebanyak 100 persen telah verifikasi sementara. Rinciannya meliputi 6.048 unit Rusak Berat 15.302 unit Rusak Sedang 30.408 unit Rusak Ringan dan 67.076 unit terdampak. Pendataan ini mencakup 7 kabupaten kota yaitu Nagekeo Ende Manggarai Manggarai Timur Manggarai Barat Ngada dan Sikka.

Sementara itu bencana hidrometeorologi basah berupa banjir masih melanda sejumlah daerah dengan dampak yang cukup signifikan. Di Kota Subulussalam Aceh sebanyak 2.345 orang terdampak dan 177 rumah terendam. Kondisi di lapangan lapor air masih genangi permukiman dan belum surut selama kurang lebih 3 hari sejak 24 Oktober lalu. Selain itu banjir juga lapor belum surut di wilayah Nagan Raya dan Aceh Tenggara.

Di Sumatera Utara banjir berdampak di tiga kabupaten. Di Kabupaten Labuhanbatu sebanyak 2.600 orang terdampak dengan 520 rumah terendam. Di Kabupaten Asahan sebanyak 2.025 orang terdampak dan 405 rumah terendam. Sedangkan di Kabupaten Deli Serdang sebanyak 730 orang terdampak. Adapun di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan banjir akibatkan 175 orang terdampak.

Kekeringan 7 Daerah dan Imbauan Siaga Musim Hujan

Selain banjir bencana kekeringan juga masih tangani di 7 lokasi yaitu Kabupaten Sragen Boyolali Klaten Nganjuk Bulukumba Bone dan Seram Bagian Barat. Pemerintah terus upayakan pemenuhan kebutuhan dasar air bersih dengan distribusikan 407.700 liter bantuan air bagi 99.952 orang terdampak serta penyediaan tandon pemanfaatan sumur bor dan pembangunan embung. Bencana cuaca ekstrem juga lapor terjadi di Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan yang akibatkan 124 orang terdampak dengan kerusakan pada beberapa rumah warga.

Memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan BMKG prakirakan musim hujan 2026 2027 mulai bertahap pada November sampai Desember 2026 dengan puncaknya pada Desember 2026 sampai Februari 2027. Sekitar seperempat wilayah Indonesia 26,50 persen prediksi memasuki zona curah hujan rendah pada awal November 2026.

Menyikapi hal tersebut BNPB imbau pemerintah daerah siagakan posko dan satgas karhutla hingga tingkat desa tegakkan larangan buka lahan dengan membakar serta bersihkan sungai dan drainase sebelum puncak hujan. Pemerintah daerah juga minta petakan wilayah rawan banjir dan longsor serta siapkan jalur evakuasi dan layanan kesehatan.

Bagi masyarakat BNPB ingatkan untuk tidak bakar lahan kebun atau sampah serta pastikan puntung rokok dan api unggun telah padam. Jika terjadi asap pekat masyarakat imbau gunakan masker N95 dan kurangi aktivitas di luar rumah. Menghadapi potensi cuaca ekstrem masyarakat minta bersihkan saluran air sekitar rumah kenali jalur evakuasi siapkan tas siaga dan waspada terhadap tanda-tanda tanah longsor seperti retakan tanah atau pohon miring.