Siaga Bibit Siklon 91B di Laut Andaman, BNPB 59 Armada Udara Disiagakan di 6 Provinsi Prioritas

Bencana, Berita2 Views

Sukabumi – Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus intensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui pengerahan armada udara serta Operasi Modifikasi Cuaca. BNPB ingatkan pemerintah daerah dan masyarakat siaga potensi bencana hidrometeorologi basah seiring munculnya Bibit Siklon Tropis 91B di Jakarta pada Kamis 29 Oktober 2026 pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan data BNPB hingga Kamis 29 Oktober 2026 tercatat sebanyak 2.236 kejadian bencana di Indonesia. Oleh karena itu bencana hidrometeorologi dominasi dengan persentase 99,19 persen sedangkan bencana geologi sebesar 0,81 persen. Kemudian urutan bencana terbanyak meliputi karhutla 1.040 kejadian banjir 590 kejadian cuaca ekstrem 340 kejadian kekeringan 125 kejadian dan tanah longsor 109 kejadian.

59 Armada Udara Disiagakan di 6 Provinsi Prioritas

Untuk maksimalkan pemadaman karhutla BNPB siagakan 59 unit armada udara pada Kamis 29 Oktober 2026. Armada tersebut terdiri atas 24 unit patroli CASA OMC dan 35 helikopter water bombing. Dari total 59 unit tersebut sebanyak 40 unit milik BNPB 15 unit milik TNI dan 4 unit milik pihak lain.

Selain itu sebanyak 52 unit BNPB tempatkan di enam provinsi prioritas dengan rincian Kalimantan Selatan 14 unit Kalimantan Tengah 10 unit Sumatera Selatan 10 unit Kalimantan Barat 9 unit Jambi 5 unit dan Riau 4 unit. Sementara itu 7 unit lainnya tersebar di luar provinsi prioritas yaitu Jawa Timur 2 unit Lampung 2 unit Kalimantan Timur IKN 1 unit Papua Selatan 1 unit dan Papua Barat Daya 1 unit.

OMC Tabur 22,6 Ton Bahan Semai Hujan Turun di Banjarmasin

Selain kesiapan armada upaya preventif BNPB lakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca pada Rabu 28 Oktober 2026. OMC catat 16 sorti penerbangan dengan total 22.600 kilogram bahan semai dry ice dan NaCl. Rinciannya di Kalimantan Tengah laksanakan 8 sorti dengan 11.700 kg bahan semai menyasar Kotawaringin Barat dan Seruyan TNTP. Di Sumatera Selatan laksanakan 8 sorti dengan 10.900 kg bahan semai menyasar wilayah timur hingga tenggara Palembang. Oleh karena itu hujan turun di sejumlah wilayah termasuk di Banjarmasin Banjarbaru Cengal dan Pangkalan Jerambah.

Secara keseluruhan luas lahan dalam penanganan karhutla di berbagai provinsi tercatat sebagai berikut Kalimantan Timur 169 ha Sulawesi Tengah 85 ha Sulawesi Tenggara 56 ha Sulawesi Selatan 50 ha Maluku 31 ha Maluku Utara 23 ha Nusa Tenggara Timur 10 ha Gorontalo 4 ha Kalimantan Selatan 4 ha dan Jawa Timur 2 ha dengan total 434 ha. Jika gabung dengan Papua Selatan sebesar 161,5 ha total luas lahan dalam penanganan capai 595,5 ha.

Fokus Papua Selatan Hotspot Turun dari 1169 Jadi 65 Titik

Perhatian khusus BNPB berikan pada penanganan darurat karhutla di Provinsi Papua Selatan meliputi Kabupaten Merauke Boven Digoel Mappi dan Asmat. Hingga hari ketujuh pelaksanaan OMC tercatat 10 sorti penerbangan dengan total durasi 25 jam 33 menit dan penggunaan 10.000 kilogram NaCl. Pada Rabu 28 Oktober 2026 satu sorti OMC laksanakan di wilayah Kabupaten Merauke Boven Digoel dan Mappi menggunakan 1.000 kg NaCl. Kemudian hujan turun di wilayah utara dan tengah Merauke selatan Boven Digoel serta selatan Mappi meskipun di Kabupaten Asmat nihil.

Berkat upaya pemadaman tersebut hasil positif mulai terlihat. Hujan yang cukup merata tingkatkan jarak pandang dari kisaran 1 sampai 5 kilometer menjadi 7 sampai 8 kilometer. Berdasarkan pemantauan satelit titik panas turun signifikan. Data harian tunjukkan penurunan dari 1.169 titik menjadi 875 titik lalu 295 titik dan terakhir 65 titik. Oleh karena itu penurunan dari 295 titik menjadi 65 titik pada periode pengamatan terakhir setara sekitar 78 persen sedangkan penurunan keseluruhan dari 1.169 titik menjadi 65 titik setara sekitar 94,4 persen. Adapun luas lahan terbakar yang terdampak capai 161,5 hektare.

Namun penanganan karhutla di lapangan masih hadapi tantangan berat antara lain dampak El Nino yang sangat kuat kerawanan wilayah terhadap kebakaran serta asap lintas batas dari Papua Nugini. Potensi awan hujan di bagian selatan Merauke prakirakan meningkat pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Saat ini status darurat di tingkat provinsi dan Kabupaten Merauke perpanjang.

Keselamatan Relawan Wajib APD Lengkap

Dalam pelaksanaan operasi pemadaman karhutla di lapangan BNPB tekankan pentingnya keselamatan relawan. Keterlibatan relawan harus berdasarkan rencana operasi pos komando sesuaikan dengan durasi yang tentukan dan berada di bawah supervisi BPBD terkait safety and security. Wajib ada safety officer di lokasi pemberian briefing serta pemahaman kompetensi dasar seperti fire triangle tipe kebakaran metode pemadaman dan prosedur keselamatan.

Setiap relawan wajib gunakan standar Alat Pelindung Diri perorangan yang lengkap meliputi helm safety kacamata pelindung goggle masker N95 pakaian kerja tahan panas wearpack sarung tangan kulit tahan panas sepatu bot lapangan safety boots serta ransel perlengkapan lapangan membawa air minum P3K HT dan lampu kepala.

Lima Bencana Baru dan Bantuan Air Bersih

Berdasarkan laporan Koordinasi dan Pengendalian Operasi BNPB terdapat penambahan lima kejadian bencana baru pada Kamis 29 Oktober 2026 meliputi banjir di Kabupaten Aceh Selatan Kabupaten Langkat dan Kabupaten Mandailing Natal tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat serta karhutla di Kabupaten Morowali Utara. Laporan banjir di Kabupaten Langkat pada Kamis merupakan penambahan kejadian. Adapun dampak 691 KK di Kabupaten Langkat yang sebut berikut merujuk pada laporan Rabu 28 Oktober 2026 sehingga bukan duplikasi kejadian baru. Untuk dampak banjir yang lapor pada Rabu 28 Oktober 2026 banjir di Kota Subulussalam Aceh berdampak pada 1.985 KK dengan 177 rumah terendam sedangkan di Kabupaten Langkat Sumut sebanyak 691 KK terdampak.

Pada kejadian kekeringan distribusi bantuan air bersih telah lakukan di lima wilayah Kabupaten Pekalongan Cilacap Klaten Nganjuk dan Blitar. Sebanyak 162.304 orang terdampak dengan total bantuan air bersih yang distribusikan capai 335.900 liter.

Waspada Bibit Siklon 91B dan Musim Hujan

Beralih dari penanganan karhutla BNPB minta seluruh pihak alihkan fokus pada potensi bencana hidrometeorologi basah. BMKG prakirakan musim hujan 2026 2027 berlangsung bertahap mulai November berlanjut pada Desember 2026 dengan puncak pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Saat ini bibit siklon tropis 91B terpantau terbentuk pada Kamis 29 Oktober 2026 pukul 01.00 WIB di Laut Andaman sebelah utara Aceh. Dampak tidak langsungnya dalam 24 jam ke depan berpotensi timbulkan hujan sedang hingga lebat di Aceh dan Sumatera Utara serta gelombang setinggi 1,25 sampai 2,5 meter di Selat Malaka bagian utara.

Untuk periode 3 hari ke depan 29 sampai 31 Oktober 2026 BMKG keluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Status Siaga hujan lebat sampai sangat lebat berpotensi terjadi di Aceh Lampung Bengkulu Riau Sumatera Barat Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Sementara status Waspada hujan sedang sampai lebat mencakup wilayah Pulau Sumatera Kalimantan Sulawesi Jawa Bali Maluku Maluku Utara NTB NTT dan Papua.

Imbauan untuk Pemda dan Masyarakat

Menghadapi dinamika bencana yang kompleks ini BNPB imbau pemerintah daerah aktifkan posko siaga pastikan kesiapan peralatan dan logistik bersihkan sungai drainase gorong-gorong serta petakan wilayah rawan banjir longsor dan pesisir. Pemerintah daerah juga minta siapkan jalur evakuasi sebarkan peringatan dini BMKG serta siapkan layanan kesehatan dapur umum dan tempat pengungsian.

Bagi masyarakat imbau untuk jaga kebersihan saluran air tidak buang sampah ke sungai kenali jalur evakuasi dan siapkan tas siaga beserta dokumen penting. Waspadai tanda-tanda tanah longsor seperti retakan tanah air keruh atau pohon miring. Saat hujan lebat diharapkan jauhi sungai lereng dan pantai serta tidak melaut ketika gelombang tinggi. Selalu pantau informasi dan arahan resmi dari BMKG BNPB dan BPBD setempat.